Kamis, 28 Januari 2016

GEMPITA MILAD KE-49 MTs NEGERI DOLOPO


Tak terasa pada bulan ini telah berusia 49 tahun, puluhan tahun lalu, dengan dorongan untuk menegakan syiar agama Islam di Negara Pancasila, pada tahun 1967 berdirilah madrasah Tsanawiyah yang diberi nama “Darul hikmah”, yang dalam perkembangannyaMadrasah ini  dinegerikan dengan nama MTsAIN (Madrasah Tsanawiyah Islam Negeri pada tanggal 9 juli 1975, kemudian sekarang  menjadi MTS. Negeri Dolopo, yang masyarakat mengenalnya dengan MTs Negeri Doho. 
Untuk memperingati Milad Madrasah tersebut, MTs Negeri Dolopo mempunyai "gawe" mengadakan acara dengan tajuk "GEMPITA MILAD KE-49 MTs NEGERI DOHO DOLOPO" dan mengadakan beberapa kegiatan yang melibatkan MI dan SD di sekitar Madrasah yaitu lomba olimpiade PAI, Matematika & Sains tingkat SD/MI se kab. Madiun, Kegiatan Tryout ujian Nasional SD/MI, Turnamen Futsal tingkat SD/MI se kab.madiun, Lomba Kepramukaan dengan nama “Madsando Scout Competition” , kegiatan jalan santai dan lomba-lomba yang lain.
 Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut bisa di download di sini

Minggu, 18 Januari 2015

SANG JUARA MATSANDO 2015



(Kab. Madiun, MTs Negeri Dolopo)Ada  yang istimewa dalam pelaksanaan apel hari Senin di MTs Negeri Dolopo hari ini (19/1). Selain pelaksanaan kegiatan apel yang dinilai sukses oleh Bapak Kepala Madrasah, Waka Kurikulum juga membagikan hadiah bagi siswa-siswi yang berprestasi menjadi juara kelas pada semester I. 


Bapak Edi selaku Waka Kurikulum menjelaskan bahwa hadiah tersebut sebagai “pecut” bagi teman-teman lainnya agar selalu termotivasi dan terbiasa berkompetisi dalam hal prestasi belajar, sehingga misi madrasah menjadi madrasah yang berprestasi semakin menjadi kenyataan.
Selain prestasi juara kelas, juga dilakukan kegiatan penyerahan piala pada Madrasah atas keberhasilan menjuarai kompetisi Futsal pada ajang lomba Milad MAN Kembangsawit yang diikuti baik sekolah maupun madrasah tingkat SMP/MTs sekabupaten Madiun. (MSF)

Rabu, 26 November 2014

GURU PETUGAS UPACARA SISWA BACA PUISI (REFLEKSI HUT PGRI MTs NEGERI DOLOPO)


Kemenag Kab. Madiun (MTs Negeri Dolopo) Tidak seperti biasa, Upacara bendera di MTs Negeri Dolopo kali ini dilaksanakan pada hari Selasa (25/11) dengan petugas Upacara seluruh Bapak dan Ibu Guru Madrasah. Berbekal gladi resik pada hari Senin siang, seluruh petugas Upacara berhasil menjalankan tugas masing-masing dengan baik tanpa terlihat “kagok” dan grogi.
Bertempat di lapangan Madrasah, upacara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) tersebut terasa spesial di mata siswa-siswi karena baru pertama kali ini diadakan.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Bapak Ali Wahyudin, M.Pd.I menjelaskan bahwa guru merupakan profesi yang strategis karena berperan sebagai pelukis masa depan anak bangsa, untuk itu Guru perlu untuk selalu meningkatkan kinerjanya dalam mengembangkan karakter seluruh anak didiknya.
Selain melaksanakan upacara bendera, peringatan hari Guru Nasional di MTs Negeri Dolopo ini juga dimeriahkan dengan perlombaan baca puisi tentang guru oleh siswa melalui perwakilan kelas masing-masing sebagai bentuk rasa hormat dan pengakuan mereka terhadap eksistensi dan peran Guru. (MSF)

Senin, 10 November 2014

PELANTIKAN DEWAN PENGGALANG MTs NEGERI DOLOPO


Kemenag Madiun (MTs Negeri Dolopo) Mulai hari Kamis hingga Sabtu (6-8/11), beberapa siswa-siswi MTs Negeri Dolopo kelas 8 yang tergabung dalam calon anggota Dewan Penggalang (DP) terpaksa tidak mengikuti pembelajaran seperti biasa karena harus mengikuti prosesi pelantikan anggota DP Pramuka Gudep 01085-01086 yang pada tahun ini berlokasi di Pantai Teleng Ria Pacitan.
Dengan menggunakan transportasi truk, bis dan beberapa kendaraan pribadi, pemberangkatan yang dimulai tepat pada pukul 08.00 wib pagi tersebut tiba di bumi perkemahan teleng ria Pacitan pada pukul 10.00 wib. dan langsung melakukan persiapan pendirian tenda. Semangat para peserta dalam melakukan aktivitas tersebut tidak berkurang meskipun kondisi beberapa peserta yang kurang fit karena harus melalui jalanan yang berkelok-kelok.

Agar dilantik menjadi anggota tetap DP, peserta yang berjumlah 52 tersebut harus melahap beberapa kegiatan mulai dari penjelajahan, PBB tongkat dan semaphore, dan beberapa aktivitas out door lainnya. Hebatnya, acara yang menguras fisik tersebut tidak membuat peserta masuk ruang pesakitan, sehingga kotak P3K yang telah disediakan nyaris tidak tersentuh sama sekali.
Melihat kualitas peserta pada tahun ini, Bapak Dariono, salah satu Pembina pada acara tersebut optimis bahwa DP angkatan 2014 ini lebih potensial dan mampu menjalankan berbagai program kerja yang akan mereka kerjakan pada 1 tahun ke depan.(MSF)