Rabu, 26 November 2014

GURU PETUGAS UPACARA SISWA BACA PUISI (REFLEKSI HUT PGRI MTs NEGERI DOLOPO)


Kemenag Kab. Madiun (MTs Negeri Dolopo) Tidak seperti biasa, Upacara bendera di MTs Negeri Dolopo kali ini dilaksanakan pada hari Selasa (25/11) dengan petugas Upacara seluruh Bapak dan Ibu Guru Madrasah. Berbekal gladi resik pada hari Senin siang, seluruh petugas Upacara berhasil menjalankan tugas masing-masing dengan baik tanpa terlihat “kagok” dan grogi.
Bertempat di lapangan Madrasah, upacara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) tersebut terasa spesial di mata siswa-siswi karena baru pertama kali ini diadakan.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Bapak Ali Wahyudin, M.Pd.I menjelaskan bahwa guru merupakan profesi yang strategis karena berperan sebagai pelukis masa depan anak bangsa, untuk itu Guru perlu untuk selalu meningkatkan kinerjanya dalam mengembangkan karakter seluruh anak didiknya.
Selain melaksanakan upacara bendera, peringatan hari Guru Nasional di MTs Negeri Dolopo ini juga dimeriahkan dengan perlombaan baca puisi tentang guru oleh siswa melalui perwakilan kelas masing-masing sebagai bentuk rasa hormat dan pengakuan mereka terhadap eksistensi dan peran Guru. (MSF)

Senin, 10 November 2014

PELANTIKAN DEWAN PENGGALANG MTs NEGERI DOLOPO


Kemenag Madiun (MTs Negeri Dolopo) Mulai hari Kamis hingga Sabtu (6-8/11), beberapa siswa-siswi MTs Negeri Dolopo kelas 8 yang tergabung dalam calon anggota Dewan Penggalang (DP) terpaksa tidak mengikuti pembelajaran seperti biasa karena harus mengikuti prosesi pelantikan anggota DP Pramuka Gudep 01085-01086 yang pada tahun ini berlokasi di Pantai Teleng Ria Pacitan.
Dengan menggunakan transportasi truk, bis dan beberapa kendaraan pribadi, pemberangkatan yang dimulai tepat pada pukul 08.00 wib pagi tersebut tiba di bumi perkemahan teleng ria Pacitan pada pukul 10.00 wib. dan langsung melakukan persiapan pendirian tenda. Semangat para peserta dalam melakukan aktivitas tersebut tidak berkurang meskipun kondisi beberapa peserta yang kurang fit karena harus melalui jalanan yang berkelok-kelok.

Agar dilantik menjadi anggota tetap DP, peserta yang berjumlah 52 tersebut harus melahap beberapa kegiatan mulai dari penjelajahan, PBB tongkat dan semaphore, dan beberapa aktivitas out door lainnya. Hebatnya, acara yang menguras fisik tersebut tidak membuat peserta masuk ruang pesakitan, sehingga kotak P3K yang telah disediakan nyaris tidak tersentuh sama sekali.
Melihat kualitas peserta pada tahun ini, Bapak Dariono, salah satu Pembina pada acara tersebut optimis bahwa DP angkatan 2014 ini lebih potensial dan mampu menjalankan berbagai program kerja yang akan mereka kerjakan pada 1 tahun ke depan.(MSF)


SELEKSI SANG JUARA

Hari selasa (4/11), MTs Negeri Dolopo melakukan seleksi di bidang olahraga tenis meja yang dipandu langsung oleh Bapak Purwanto, salah satu guru olah raga. Seleksi ini dilakukan dengan cara melihat langsung skill masing-masing peserta baik dalam servis, backhand, smash, dan teknis permainan tenis meja lainnya.
Antusias peserta terlihat ketika hari pertama seleksi puluhan siswa sudah antri untuk memperlihatkan kemampuan mereka dihadapan Pemandu mereka, hal ini menjadikan seleksi yang diperkirakan memakan waktu 2 jam mulai pukul 14.00 wib tersebut menjadi molor dan baru berakhir sekitar pukul 17.00 wib.
Purbo, salah satu peserta seleksi merasa senang dengan seleksi ini karena merasa mempunyai kemampuan dalam bidang tenis meja dan madrasah menyalurkan bakatnya.

Dilain pihak Bapak Purwanto mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilakukan seminggu penuh sebagai salah satu cara menghimpun siswa yang mempunyai bakat di bidang tenis meja sekaligus sebagai langkah awal seleksi menghadapi porseni madrasah yang rencananya digelar pada bulan Desember.(MSF)

GRAFITI UNTUK NEGERI

Kemenag Madiun (MTs Negeri Dolopo) Sudah sekitar 1 tahun ini, tidak ada alasan bagi siswa-siswi penggiat corat-coret untuk mengotori pemandangan tembok madrasah. Jajaran pimpinan MTs Negeri Dolopo beserta dewan guru sepakat untuk menyalurkan hobi mereka dengan melegalkan seluruh dinding pembatas madrasah untuk dijadikan media grafiti oleh masing-masing kelas. Tidak heran dinding pembatas madrasah yang sebelumnya berwarna putih bersih berganti dengan berbagai warna, garis, bentuk, dan gambar karya seluruh siswa yang terpampang mengular sepenglihatan mata pada seluruh dinding madrasah dengan mengusung beraneka ragam tema.
Sehingga, ketika BKKBN mengadakan kegiatan perlombaan grafiti yang dilaksanakan pada 24-31 Oktober 2014 yang bertema “Ayo Ikut KB, 2 Anak Lebih Baik”, beberapa siswa antusias mengirimkan sketsa rancangan mereka untuk dijadikan model seni grafiti kepada Bapak Dariono sebagai Guru Pembina yang akhirnya memilih rancangan grafiti milik Sri Gita, Sofi, dan karisma untuk diaplikasikan pada dinding tembok kelas depan madrasah.


Meski tidak semua guru sepakat keikutsertaan dalam lomba seni grafiti dengan alasan tema yang diusung kurang sesuai dengan dunia pendidikan, namun dengan berbagai pertimbangan tertentu, madrasah memutuskan ikut serta mensukseskan salah satu program Negara berhadiah utama 10 Juta tersebut.
Ketika ditanya tentang peluang kemenangan mereka dalam lomba grafiti, salah salah satu peserta menjawab dengan meminjam pernyataan Mario Teguh Tuhan tidak berharap untuk kita sukses, tapi Tuhan berharap untuk kita mencoba”. Wow Matsando.(MSF)